Taksu Bali

Memuat Keindahan

0%
Subak & Pura
Warisan Dunia UNESCO

Subak & Pura

Keajaiban Irigasi & Harmoni Spiritual

Lebih dari sekadar sistem irigasi, Subak adalah manifestasi filosofi Tri Hita Karana yang menyatukan alam roh, dunia manusia, dan alam.

Sejarah dan Filosofi

Sistem Subak di Bali bukan sekadar teknologi pengairan sawah, melainkan sebuah cara hidup yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun. Akar sejarahnya dapat ditarik hingga abad ke-9 Masehi, sebagaimana tercantum dalam berbagai prasasti kuno di Bali. Subak adalah organisasi kemasyarakatan petani yang mengelola manajemen air secara demokratis dan religius.

Inti dari sistem ini adalah filosofi Tri Hita Karana—tiga penyebab kebahagiaan: hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Penerapannya terlihat jelas dalam pembagian air yang adil, musyawarah di 'Pura Subak', dan ritual keagamaan yang menyertai setiap tahap penanaman padi.

Pengakuan Dunia

Pada tahun 2012, UNESCO secara resmi menetapkan Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana sebagai Warisan Budaya Dunia. Lanskap yang diakui mencakup lima terasering padi yang memukau dan pura air yang terkait, termasuk Pura Ulun Danu Batur dan terasering Jatiluwih yang ikonik.

Sistem ini membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dicapai melalui kearifan lokal yang kuat. Air dialirkan melalui terowongan batu dan kanal, melewati pura-pura air di mana para petani memberikan persembahan sebelum air tersebut membasahi sawah-sawah di hilir.

Keunikan Organisasi

Setiap Subak dipimpin oleh seorang Pekaseh yang dipilih secara demokratis. Keputusan mengenai kapan mulai menanam, jenis padi yang ditanam, hingga pembagian air dilakukan melalui diskusi terbuka. Ini adalah salah satu bentuk demokrasi tertua dan paling efektif di dunia yang masih eksis hingga saat ini.

Subak & Pura gallery 0
Subak & Pura gallery 1
Sumber & Referensi

Pemberitahuan Hak Cipta: Seluruh konten artikel ini disusun untuk tujuan pelestarian budaya dan edukasi. Hak cipta gambar dan kutipan sejarah dipegang oleh pemegang hak cipta asli masing-masing institusi atau individu sebagaimana tercantum dalam referensi di atas.

Materi Lainnya

Lanjutkan penjelajahan warisan budaya Bali

Kembali ke Beranda ↗