Taksu Bali

Memuat Keindahan

0%
Sastra Suci Dewata

Aksara Bali

"Melacak jejak ilahi dalam setiap goresan, dari daun lontar menuju keabadian semesta."

Filosofi

Suara dalam Goresan, Jiwa dalam Aksara

Bagi masyarakat Bali, aksara bukan sekadar simbol bunyi. Ia adalah wujud dari Aji Sastra—ilmu pengetahuan suci yang diturunkan oleh Sang Hyang Saraswati.

Setiap goresan pada daun lontar menggunakan pengerupak adalah proses meditasi. Aksara dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menyembuhkan, melindungi, bahkan menghubungkan manusia dengan leluhur melalui pustaka lama.

Lontar Bali

Pustaka Lontar

Warisan Niskala

Pustaka Suci

Aksara Wreastra

18 aksara dasar yang membentuk fondasi bahasa dan sastra Bali, melambangkan perjalanan jiwa manusia.

Ha
HaFilosofi

"Hana (Ada)"

Na
NaFilosofi

"Nata (Ditata)"

Ca
CaFilosofi

"Citta (Pikiran)"

Ra
RaFilosofi

"Rasa (Perasaan)"

Ka
KaFilosofi

"Karya (Perbuatan)"

Da
DaFilosofi

"Dadi (Menjadi)"

Ta
TaFilosofi

"Tattwa (Kebenaran)"

Sa
SaFilosofi

"Sakti (Kekuatan)"

Wa
WaFilosofi

"Wani (Berani)"

La
LaFilosofi

"Laksana (Tingkah)"

Ma
MaFilosofi

"Madya (Tengah)"

Ga
GaFilosofi

"Guna (Kegunaan)"

Ba
BaFilosofi

"Bayu (Energi)"

Nga
NgaFilosofi

"Ngambah (Melalui)"

Pa
PaFilosofi

"Panca (Lima)"

Ja
JaFilosofi

"Jati (Asli)"

Ya
YaFilosofi

"Yana (Kendaraan)"

Nya
NyaFilosofi

"Nyatining (Hakikat)"

"Setiap goresan adalah doa, setiap bunyi adalah getaran batin yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta."

Tiga Dunia Aksara

Tingkatan penggunaan aksara berdasarkan konteks spiritual dan duniawi.

Aksara Wreastra
Sekala

Aksara Wreastra

Gunakan untuk menulis bahasa Bali sehari-hari, surat-menyurat, dan karya sastra umum.

18 Aksara
Aksara Swalalita
Muda

Aksara Swalalita

Digunakan khusus untuk menulis bahasa Kawi (Jawa Kuno) dan Sansekerta dalam naskah agama.

47 Aksara
Aksara Modre
Niskala

Aksara Modre

Aksara suci yang digunakan untuk simbol keagamaan, mantra, dan rajah magis.

Sacred Symbols

Aksara Wreastra

Digital Transliteration

*Menggunakan font Noto Sans Balinese. Transliterasi digital mungkin memiliki keterbatasan akurasi dibanding penulisan manual pustaka lontar.

Preview

Digitalized by Taksu Bali

"Menulis adalah cara kita berbicara kepada masa depan. Melalui aksara, kita menjaga lidah leluhur agar tetap bergema di ruang tamu peradaban digital."

Om Shanti Shanti Shanti Om
Kembali ke Atas