Makna Spiritual
Parahyangan berasal dari kata 'hyang' yang berarti Tuhan atau suci. Dalam konsep Tri Hita Karana, Parahyangan adalah fondasi utama yang menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan ketakwaan kepada Sang Pencipta (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
Penerapan dalam Kehidupan
Masyarakat Bali menerapkan konsep ini melalui doa harian (Sembahyang), pelaksanaan upacara Yadnya, serta pembangunan dan pemeliharaan pura (tempat suci). Di setiap rumah tangga Bali, pasti terdapat minimal sebuah 'Sanggah' atau 'Pemerajan' sebagai simbol kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi Syukur
Parahyangan mengajarkan bahwa segala sesuatu yang kita nikmati di dunia ini adalah karunia. Dengan menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan, manusia akan mendapatkan kedamaian batin dan tuntunan moral dalam menjalani kehidupan di dunia.

Sumber & Referensi
Pemberitahuan Hak Cipta: Seluruh konten artikel ini disusun untuk tujuan pelestarian budaya dan edukasi. Hak cipta gambar dan kutipan sejarah dipegang oleh pemegang hak cipta asli masing-masing institusi atau individu sebagaimana tercantum dalam referensi di atas.